RSS

Category Archives: Kegiatan

MEMBACA DAN MENGHAFAL AL QUR’AN DAPAT MEMBUAT ANAK CERDAS

MEMBACA DAN MENGHAFAL AL QUR’AN DAPAT MEMBUAT ANAK CERDAS

Mukjizat yang telah Allah jamin kemurniannya hingga hari kiamat kelak. Ada banyak kemuliaan dan kebaikan yang ada dalam Al-Qur’an. Salah satunya adalah Al-Qur’an dapat merangsang perkembangan otak anak dan meningkatkan intelegensinya.

Setiap suara atau sumber bunyi memiliki frekuensi dan panjang gelombang tertentu. Nah, ternyata, bacaan Al-Qur’an yang dibaca dengan tartil yang bagus dan sesuai dengan tajwid memiliki frekuensi dan panjang gelombang yang mampu mempengaruhi otak secara positif dan mengembalikan keseimbangan dalam tubuh. Bacaan Al-Qur’an memiliki efek yang sangat baik untuk tubuh, seperti
  1. memberikan efek menenangkan
  2. meningkatkan kreativitas
  3. meningkatkan kekebalan tubuh
  4. meningkatkan kemampuan konsentrasi
  5. menyembuhkan berbagai penyakit
  6. menciptakan suasana damai dan meredakan ketegangan saraf otak
  7. meredakan kegelisahan
  8. mengatasi rasa takut
  9. memperkuat kepribadian
  10. meningkatkan kemampuan berbahasa, dsb.
Al Qur'an Cerdaskan AnakPada asalnya, milyaran sel saraf dalam otak manusia bergetar secara konstan.  Sel ini berisi program yang rumit dimana milyar sel-sel di sekitar berinteraksi dalam sebuah koordinasi yang luar biasa yang menunjukkan kebesaran Allah.
Sebelum bayi lahir, sel-sel otaknya mulai bergetar berirama secara seimbang. Tapi setelah kelahirannya, tindakan masing-masing akan mempengaruhi sel-sel otak dan cara mereka bergetar. Jadi jika beberapa sel otak tidak siap untuk mentoleransi frekuensi tinggi, ini dapat menyebabkan gangguan dalam sistem getar otak yang pada gilirannya menyebabkan banyak penyakit fisik dan psikologis.
Seorang peneliti bernama Enrick William Duve menemukan bahwa otak bereaksi terhadap gelombang suara tertentu. Dan gelombang tersebut dapat berpengaruh secara positif dan negatif. Ketika beredar informasi bahwa musik klasik berpengaruh terhadap perkembangan otak manusia, banyak kalangan menggunakan musik klasik sebagai obat terapi.

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an sesuatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Al-Isra`: 82)

Tapi, Al-Qur’an tetaplah obat yang terbaik. Terapi dengan Al-Qur’an terbukti mampu meningkatkan kecerdasan seorang anak, menyembuhkan berbagai penyakit, dsb. Ini dikarenakan frekuensi gelombang bacaan Al-Qur’an memiliki kemampuan untuk memprogram ulang sel-sel otak, meningkatkan kemampuan, serta menyeimbangkannya. Wallahu a’lam.
Satu lagi, Al-Qur’an diturunkan dengan bahasa Arab, yakni bahasa yang memiliki nilai sastra yang tinggi, dan bahasa nomor satu yang paling sulit untuk dipelajari. Kita tahu, bahwa tidak ada satupun dari kita yang mampu menandingi keindahan bahasa Al-Qur’an. Namun, tahukah Anda, bahwa ternyata jika kita mampu berbahasa Arab dapat memudahkan kita untuk menguasai bahasa asing lainnya?
“Dan jika kamu tetap dalam keraguan tentang alquran yang kami wahyukan kepada hmba kami (Muhammad) buatlah satu surat saja yang semisal alquran dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah jika kamu orang yang benar. (QS:Al-Baqarah:23)
Anak-anak yang terbiasa membaca Al-Qur’an disertai dengan memahami maknanya, ternyata memiliki kemampuan berbahasa yang lebih baik daripada anak-anak lain. Bahkan meski bahasa tersebut masih asing, ia tidak membutuhkan waktu yang lama untuk kemudian menguasainya, insya Allah. Wallahu a’lam. (disadur dari berbagai sumber)
 
Sumber : http://rqmanagement.org/index.php/news-article/76-membaca-dan-menghafal-al-qur-an-dapat-membuat-anak-cerdas
 
 

Al-Qur’an Bukan Mahkluk

الحمد لله ربّ  العالمين , الصلاة والسلام على خاتم النبيين نبينا محمدٍ صلّى الله عليه وسلّم و على اله و صحبه أجمعين

فإنّ أصدق الحديث كتاب الله , وخير الهادى هادى محمد صلّى الله عليه وسلّم , و شرّ الأمور محدثاتها , وإنّ كلّ محدثة بدعة , وكلّ بدعة ضلالة , وكلّ  ضلالة فى النار

  A.    Orang yang menganggap dan meyakini bahwa Al-Quran itu adalah makhluk, maka dia termasuk ke dalam orang-orang kafir, dan kekufurannya mengeluarkannya dari agama Islam

Telah kita ketahui bersama bahwasanya Al-Quran itu adalah kalamullah (perkataan Allah) yang mulia, dan bukanlah makhluk yang diciptakan Allah. Maka barang siapa yang meyakini Al-Quran adalah makhluk sebagaimana kita manusia, sungguh orang tersebut telah meyakini suatu hal yang salah. Dalam pembahasan ini akan disebutkan sebuah hadits yang menyatakan, bahwasanya Al-Quran itu merepresentasikan sifat Allah subhanahu wa ta’ala, dan mustahil sifat Allah itu menyamai makhlukNya.

Ada 2 golongan orang yang meyakini bahwa Al-Quran itu makhluk :

–         Orang yang menyangkal bahwa Al-Quran adalah kalamullah dan meyakininya sebagai makhluk.

–         Orang yang tidak menyangkal Al-Quran sebagai kalamullah, tetapi tetap meyakininya sebagai makhluk.

kedua golongan tersebut sama-sama dihukumi takfirul-‘aam (hukum kafir secara umum), karena keduanya sama-sama meyakini Al-Quran sebagai makhluk.

Berikut adalah beberapa dalil yang membantah Al-Quran merupakan makhluk : 1. Dalil dari Al-Quran

–         At-Taubah : 6

–         Al-Fath : 15

Dapat dilihat pada kedua ayat tersebut bahwa Allah ‘azza wa  jalla menyebutkan Al-Quran denga kalamullah . Dalil ini jelas membenarkan bahwa memang benar Al-Quran adalah kalamullah.

  2. Dalil dari hadits

–         Dari Jabir ibn Abdillah : rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : “Adakah diantara kalian orang yang dapat mengantarkanku pada masyarakatnya untuk menyampaikan kalaamu Rabbi ?”

(diriwayatkan Abu Dawud, Imam Ahmad)

Hadits tersebut terjadi ketika rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang dalam misi dakwah, namun terjadi banyak penolakan dari berbagai golongan dan suku. Maka beliau pun bertanya pada sahabat, apakah ada dari kaum mereka yang siap dengan lapang dada menerima dakwah Islam dan disampaikan pada mereka kalaamu Rabbi (perkataan Tuhanku). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan Al-Quran dengan kalaamu Rabbi, ini menunjukkan bahwa benar Al-Quran adalah kalamullah.

–         Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “keutamaan kalamullah terhadap makhluk Allah, seperti keutamaan Allah terhadap makhlukNya”

(diriwayatkan Imam Ad-Darimy)

Hadits ini menunjukkan beberapa  hal : disebutkan dalam hadits keutamaan kalamullah terhadap makhluk Allah, penggalan hadits tersebut menunjukkan berbedanya kedudukan antara kalamullah dan makhluk, sehingga keduanya tidaklah mungkin sesuatu yang sama. Kemudian jika pembaca memperhatikan, dalam hadits ini kedudukan kalamullah disejajarkan dengan kedudukan Allah subhanahu wa ta’ala. Maksudnya disini bukanlah kalamullah itu sama (kedudukan maupun dzatnya) dengan Allah, tetapi bahwasanya kalamullah itu merepresentasikan sifat-sifat yang dimiliki Allah ‘azza wa jalla. Oleh karena itu sangatlah mustahil jika sifat Allah tercampur dengan makhlukNya, jadi Al-Quran bukanlah makhluk.

  3. Dalil dari ijma’ ‘ulama

–         Diriwayatkan seorang ulama dari generasi tabi’in bernama Amri ibnu Dinar bertemu dengan 9 sahabat : Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Ibnu Zubair, Jabir ibn Abdillah (saya lupa 5 nama sahabat lainnya) kemudian ditanyakan pada mereka mengenai Al-Quran sebagai makhluk. Maka kesembilan tersebut menyatakan barang siapa yang mengatakan Al-Quran itu adalah makhluk maka dia telah kafir.

 

 

Selain dalil-dalil diatas ada beberapa syubhat yang meracuni pikiran kaum muslimin. Perlu diwaspadai dalam menanggapi masalah syubhat, karena fitnahnya amat. Dan sebagaimana yang tertulis dalam salah satu hadits arba’ain, perkara syubhat sebaiknya dijauhi dan ditinggalkan. Berikut beberapa syubhat tersebut :

  1. Berpegang/berdalil pada ayat

 

“ الله خالق كلّ شيءٍ ”

 

Dan berpendapat bahwa Al-Quran juga termasuk “ شيءٍ ”(sesuatu), sehingga Al-Quran itu diciptakan dan termasuk makhluk.

 

  • Ø Pengertian “ شيءٍ ” sebagai sesuatu haruslah berdasarkan konteks, karena dalam ayat yang lain Allah pun pernah disebut sebagai “ شيءٍ ” :

 

“ قل أيّ شيءٍ أكبر شهادةً , قل الله…”

 

Apakah itu menunjukkan Allah sebagai “sesuatu” juga?? Dan menunjukkan Allah juga makhluk?? Tentu tidak bukan.

  2. Berpegang/berdalil pada ayat

 

“ إنّا جعلنه قرءاناً عربيّاً ”

 

Dan mengartikan kata “ جعل ” sama dengan arti “ خلق ” sehingga artinya menjadi “…..kami telah menciptakan Al-Quran….” dan Al-Quran itu diyakini sebagai makhluk.

 

_Fardan Muhammad (Pengurus MQ tahun 2012)

 
 

Coming Soon, “Komunitas MTQ Telkom University”

Alhamdulillah Sabtu, 2 November 2013 lalu telah dilaksanakan silaturahmi MQ dengan teman-teman para peserta MTQ Mahasiswa Nasional 2013 kafilah IT Telkom.

Kafilah beranggotakan Afdan Zamil, Imelda Septrina, M Muhaimin, Lina Aisyah, Abdurrahman dan Sya’ban Muhyiddin ini bertolak mewakili kampus IT Telkom dalam perhelatan MTQ Nasional Mahasiswa 2013 Juli lalu di Padang Sumatera Barat.

Sebagai tindak lanjut dari keberangkatan tersebut, Insha Allah dalam waktu dekat segera dibentuk komunitas MTQ Telkom University. Diharapkan komunitas ini dapat berkembang sebagai sarana pembinaan bagi mereka yang berminat untuk mengikuti kompetisi MTQ, baik yang diselenggarakan DIKTI yaitu MTQ Nasional Mahasiswa, maupun MTQ tahunan yang diselenggarakan PT Telkom dan Departemen Agama.

Mohon do’a restunya, semoga inisiasi ini dapat menjadi hadiah sehingga ke depan pembinaan Quran menyongsong MTQ lebih baik lagi.

Rombongan Kafilah IT Telkom

 
Leave a comment

Posted by on 24 November 2013 in Kegiatan

 

Tags: , , , , , , , , , ,

Kembali Hadir Tahfizh MQ di Penghujung 2013

Di akhir kepengurusan ini alhamdulillah dari Departemen Program MQ Syamsul ‘Ulum kembali membuka program tahfizh. Kebutuhan sarana untuk terus menjaga hafalan Al Quran memang sangat urgent dirasakan. Maka dari itu kami membuka program ini bagi civitas akademika kampus Telkom University yang ingin menjaga dan menambah hafalannya.

Publikasi Tahfizh MQ

Insha Allah, skenarionya program ini berisi setoran tiap pekan kepada musyrif/ah. Dimana setiap bulan akan ada kajian untuk membangkitkan semangat menambah hafalan dari para muwajih luar biasa.

 
Leave a comment

Posted by on 24 November 2013 in Kegiatan, Tahfidz

 

Tags: , , ,

Kajian Murottal MQ

Satu diantara sekian program yang ditawarkan MQ untuk ummat ialah kajian murottal. Pada semester lalu, kajian ini telah berlangsung selama 2x di ruang utama Mesjid Syamsul ‘Ulum. Pengisinya ialah guru tahsin dari lembaga Quran Maqdis yaitu Ust Kristryono. Di Maqdis sendiri beliau mengisi kajian rutin serupa bernama kajian maqomat.

C360_2013-04-27-19-40-46-628_org

Dokumentasi kajian murottal MQ 2013

Apa kajian murottal itu?

Kajian murottal adalah sebuah kajian yang membahas maqom atau irama dalam membaca Al Quran. Irama tersebut ada tujuh. Umumnya masyarakat hanya mengenal tujuh irama ini dalam Qiroah atau dalam cabang MTQ biasa disebut Tilawatil Quran. Padahal tujuh irama ini juga bisa digunakan dalam murottal atau dalam cabang MTQ biasa disebut Tartil.

Perbedaan antara murottal dan qiroah yaitu pada kecepatan, serta panjangnya. Jika murottal lebih cepat dan panjangnya seadanya, maka qiroah biasanya lebih lambat dan lebih panjang bacaannya.

Tentang tujuh irama tersebut mengikuti aturan dari lembaga Quran Maqdis, maka bisa disingkat Ba, Sho, Hi, Ji, Ni, Ka, Rost. 

Yaitu :

1. Bayyati

Biasa ditemui dalam rekaman murattal Sheikh Misyari Rasyid El Afasy atau bisa mendengar Thaha Al Junayd

2. Shoba

Ciri : Pelan dan sedih

3. Hijaz

Biasa ditemui dalam rekaman murattal Sheikh Hani Arrifa’i

4. Jiharkah

Ciri : Memiliki kemiripan dengan irama ala melayu/india

5. Nihawwand / Nahawwand

Biasa ditemui dalam rekaman murattal Sheikh Khusaery

6. Sikkah

Biasa ditemui dalam rekaman murattal Sheikh Sa’ad Al Ghamidy

7. Rost / Rostah

Biasa ditemui dalam rekaman murattal Sheikh Abdurrahman As Sudais

Dokumentasi Kajian Murottal 2013

Dokumentasi Kajian Murottal 2013

Adapun pada kajian Murottal 2 pertemuan sebelumnya, Ust Kris sudah menyampaikan tentang materi irama Nihawwand. Dokumentasi audio bisa didownload di link ini

Ke depan kajian ini akan akan dilakukan rutin setiap 2 pekan sekali di Mesjid Syamsul ‘Ulum IT Telkom.

 
Leave a comment

Posted by on 14 September 2013 in Kegiatan

 

Tags: , , , , ,

Tips Menjaga Interaksi dengan Al Quran

Salah satu materi dari Ust Agus Subagio dalam Mukhoyyam Quran kedua, setelah sebelumya digelar di Masjid Al Irsyad Padalarang, yang digelaroleh MQSU kemarin (pertama di IT Telkom, red) judulnya adalah langkah-langkah untuk berinteraksi dan menguatkan interaksi dengan Al-Qur’an.

Image

Jadi, ada tujuh langkah untuk berinteraksi dan menguatkan interaksi dengan Al-Qur’an, yaitu :

1. Ar-Roghbah

“Ar-Roghbah” diartikan sebagai kemauan yang keras. Kemauan untuk bersama dan berinteraksi terus dengan Al-Qur’an. Kemauan ini harus diungkapkan dan dituliskan. Misalnya saja menuliskan target tilawah (membaca, red) Al-Qur’an 1 juz per hari, target muroja’ah (mengulang hapalan, red) 1 juz per hari, dan target ziyadah (tambahan hafalan, red) 1 halaman per hari di buku rencana kita.

Ada beberapa penyebab rendahnya “Ar-Roghbah” berinteraksi dengan Al-Qur’an, seperti:

a. Keimanan yang lemah

b. Sangat cinta dunia.

Betapapun sibuknya kita, jika memiliki kemauan yang keras pasti akan selalu ada waktu yang kita sisihkan. Walaupun itu pada akhirnya mengorbankan waktu-waktu yang dengan kita sendirinya sadari tidak terlalu bermanfaat semisal menonton TV. banyak berbicara dengan teman, dls.

Kemauan yang keras juga akan memicu bantuan dari Allah yaitu dibukakan jalan berupa kelapangan waktu, tenaga dan kesempatan. Masih ingat bukan pepatah juga mengatakan, “Man Jadda, Wajada”

Bagaimana menjaga kemauan kita agar tetap kuat? 

Naik turunnya kemauan adalah hal manusiawi seiring keimanan yang kita miliki. Namun itu juga bergantung seberapa besar nilai Al Quran dalam diri kita. Sahabat Rasul sampai mengatakan bahwa Al Quran lebih baik dari apa-apa yang dikumpulkan oleh para pencari dunia. Jadi tinggikan nilai Al Quran dalam diri kita

2. At-Tanfidz

“At-Tanfidz” diartikan sebagai aksi/tindakan. Ar-Roghbah saja tidak cukup, harus berlanjut ke AKSI. Make the willingness real.

Jadi, apa yang telah dituliskan tadi diaplikasikan, dilakukan. Kemudian didukung dengan banyak mendengar murotal Qur’an, perbanyak koleksi murottal dengan berbagai Qori, membaca buku tentang Al-Qur’an.

Ikut komunitas dan membentuk komunitas tahsin dan tahfizh juga salah satu cara ampuh karena interaksi dengan Al Quran itu akan lebih kuat jika bersama-sama.

Kisah Umar bin Khattab dan Al Walid bin Mughiroh

Umar yang mati dalam hidayah Islam dan Al Walid dalam kekafiran memiliki kisah menarik untuk kita simak.

Umar masuk Islam ketika mendengar saudarinya membaca Quran surah Ath Thaha. Mendengar alunan penuh makna yang indah ia langsung bertanya, “Apa yang engkau baca itu?”. Tak puas mengetahuinya ia menemui Rasulullah dan saat itulah juga ia bersyahadat kemudian.

Lain halnya kisah hidup Al Walid, seorang penyair yang terkenal karena menguasai berbagai jenis syair di dunia. Ia diutus kaum kafir untuk membujuk Rasul mengehentikan dakwahnya. Dengan kemampuan speaking-nya dia menghadap rasul dan menanyakan “Apa yang engkau kehendaki, Muhammad?”

Ketika ditawari harta, tahta maupun wanita Rasul hanya menjawab dengan salah satu bagian surah dalam Al Quran. Al Walid lantas terhenyak. Pertama kali ia mendengar makna indah seperti itu. Tak mungkin ia tak lantas masuk Islam. Ia masih berminat menimbang-nimbang. Akhirnya di perjalanan ia bertemu kawan-kawannya dari kafir Quraisy dan kekagumannya pun hilang. Akhirnya dia tidak jadi masuk Islam dan bahkan menganggap Al Quran berisi sihir belaka.

Dari dua kisah tersebut kita bisa menarik kesimpulan. Ketika kita menunda-nunda boleh jadi nikmat iman dan islam kita akan perlahan terkikis oleh waktu dan keadaan. Karena seyogyanya penundaan kebaikan akan hanya bermuara pada dua hal :

1. tidak jadi berbuat

2. penurunan kualitas dalam berbuat

Maka mari segerakan kita mengambil langkah sigap.

Alangkah indah nasihat Ibnu Umar: “Jika di waktu sore maka janganlah menunggu datangnya pagi, jika di waktu pagi jangan menunggu datangnya petang, gunakan waktu sehatmu sebelum datang sakitmu, gunakan kesempatan hidupmu sebelum datang kematianmu.”

3. At-Tashobbur

“At-Tashobbur” diartikan sebagai menyabarkan-nyabarkan diri. Artinya lebih dalam dari sekedar “sabar”. Tidak hanya “sabar”, tapi “menyabar-nyabarkan” diri untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an. Terkadang perlu untuk memaksa diri berinteraksi dengan Al-Qur’an dalam porsi yang besar. Kemudian tidak “melarikan diri” darinya. Jika kita memiliki batas kesabaran maka kita akan lampaui batas itu dan berusaha meningkatkannya.

Demikian pula ketika dalam menghafal, tidak meloncati suroh yang akan dihapal karena dianggap sulit merupakan sikap at tashobur.

Sungguh, akan kamu jalani tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).”

(QS. Al-Insyiqoq : 19)

 

Ada tips untuk menghapal suroh yang sulit itu. Pindahkan fokusnya pada waktu. Misalnya “saya akan bersama Suroh Al-Jin selama 1 jam.” Tidak perlu membebani pikiran bahwa 1 jam itu mesti hapal, tapi rutin saja lakukan itu dulu. InsyaAllah ketika sudah familiar dengan surohnya, akan mudah terhapal.

4. At-Taladzudz

“At-Taladzuz” diartikan sebagai menikmati. Ketika sudah menyabarkan diri bersama Al-Qur’an dengan porsi yang besar, memenuhi targetannya, maka yang awalnya terasa sulit, akhirnya menjadi “menikmati” semuanya.

5. Al-Mudawamah

“Al-Mudawamah” diartikan sebagai terus-menerus bersama Al-Qur’an. Karena telah terasa nikmatnya bersama Al-Qur’an, maka tidak akan rela jika satu hari pun terlewat bersamanya. Langkah ini adalah langkah penting sebagai bentuk syukur nyata kita telah diberi kenikmatan iman dan islam, serta kelapangan waktu, kesehatan dan segala hal sehingga memungkinkan untuk terus berinteraksi dengan Al Quran

6. Al-Iktsaar

“Al-Iktsaar” diartikan sebagai banyaknya waktu yang digunakan untuk bersama Al-Qur’an. Waktu menjadi produktif bersama Qur’an. Jadi, jika dipoin ke-5, frekuensi berinteraksi dengan Al-Qur’an adalah terus-menerus, maka di poin ini, kuantitasnya diperbanyak.

Bagaimana menyikapi pandangan, “buat apa tilawah banyak, yang penitng dipahami. Buat apa hafal banyak yang penting implementasi,” dan semacamnya?

1. Jangan bercita-cita di salah satu target interaksi saja. Bahkan apabila sudah hafal 30 juz sekalipun. Mimpi  dan usaha kita harus menyeluruh. Dari mulai membaca, menghafal, mentadabburi dan melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun keterbatasan kta tidak bisa dipungkiri. Ada yang memilih fokus pada tilawah dahulu dirutinkan  dan diperbagus tahsinnya, baru mulai menghafal. Ada yang mulai dari mentadabburi baru menghafal. Yang mana saja boleh, sesuai kemampuan kita masing-masing

2. Jangan pernah kita menganggap remeh aktivitas interaksi lain. Sehingga muncul sikap negatif terhadap orang lain yang baru mulai belajar tahsin, atau baru membiasakan tilawah, atau memilih menghafal walau belum sempat secara intensif mengkaji tafsirnya. Karena boleh jadi kita hanya menilai orang lain sementara kita sendiri belum bisa melaksanakannya.

7Al-Istiqomah

Ternyata poin istiqomah berada di akhir. Ya, karena sulitnya untuk istiqomah ini dan untuk menjadi istiqomah diperlukan waktu yang cukup panjang dan setelah melewati berbagai tahapan. Istiqomah, dengan kemantapan hati berinteraksi dengan Al-Qur’an baik itu membaca, menghapal, membaca tafsir, dan mengamalkannya dalam kehidupan hingga Allah SWT memanggil kembali pada-Nya.

Semoga kita bisa perlahan namun pasti mengamalkan langkah-langkah di atas dan seperti langkah terakhir – ISTIQOMAH- untuk terus mengamalkannya.

Sumber Referensi :

[1] : Materi Mukhoyyam Al Quran 2013, oleh Ust Subagiyo di Masjid Syamsul ‘Ulum IT Telkom

[2] : http://utikawaii.wordpress.com/2013/01/

 

Tags: , , ,

Geliat Kampus Nusantara Menghadapi MTQ Mahasiswa Nasional 2013

Event 2 tahunan dari DIKTI ini kini memasuki usia yang ke-13. Padang menjadi tuan rumah setelah Makassar dua tahun sebelumnya. Peserta yang terdaftar pun kini mencapai angka 1200an. Subhanallah, semoga ini menjadi tanda geliat syiar Quran di kampus yang semakin membahana.

Ingin menyimak persiapan kampus Nusantara menghadapi MTQ Nasional Mahasiswa 2013? Yuk simak info singkat penyelenggaran seleksi kampus di beberapa kampus tanah air yang dihimpun MQ Syamsul ‘Ulum.

1. Institut Pertanian Bogor

Image

Dari poster sudah bisa ditebak sahabat IPB telah siap mengirimkan kafilah untuk turun di semua cabang musabaqah. Mereka juga melakukan seleksi sejak 2 Maret lalu lho. Subhanallah

2. Universitas Diponegoro

Imageo

Tidak mau kalah, sahabat di Undip memulai seleksi internal di 20-21 April kemarin.

3. Institut Teknologi Bandung

Image

ITB melakukan seleksi pada Februari, bertajuk kegiatan Olimpiade Quran ITB. Masha Allah. Dua LDK ITB, yakni Gamais dan Majelis Ta’lim Salman pun menjadi penyokong utama tahapan ini.

4. Universitas Brawijaya

Image

Dari kota apel pun tidak mau ketinggalan. Sahabat di Universitas Brawijaya sudah memulai proses seleksi pada 14-15 Maret lalu.

5. Universitas Negeri Malang

Masih dari kota Malang, UM juga melakukan hal serupa pada 4 Mei lalu.

Image

6. Universitas Gunadharma

Image

Melalui LDK Fajrul Islam, Gunadharma akan menggelar pada 18 Juni ini.

Selain itu pasti banyak lagi kafilah-kafilah lainnya yang melakukan pembinaan dan seleksi internal hingga tercapai angka 1200an peserta. Semoga hal ini menginspirasi kita untuk menjadi satu dari mereka, bagian dari pengemban dakwah Quran yang senantiasa istiqomah dalam syiarnya.

Tahun ini adalah pertama kali IT Telkom mengirimkan kafilah, semoga ini menjadi pertanda awal kebangkitan syiar Quran di kampus kita tercinta.

 

Tags: , ,

 
%d bloggers like this: