RSS

Ramadhan Perlahan Habis, Semangat Tilawah Kian Menipis

21 Jul

Astaghfirullah, sepuluh hari awal Ramadhan tlah berlalu..
Bagaimana kabar iman kawanku?

Masihkah ia membara

Sembari charging ruhiyah intensif yang tiada tara?

Ataukah ia melemah

Termakan waktu nan semangat semu di ujung saja?

Ayo bangkit

Keluar dari zonamu dan perbanyak mimpi tuk dirakit

396271169_dsc_0257-version-2

-Sahabat, kemarin admin berkesempatan mendengar ceramah Ust Salim A. Fillah di Majelis Jejak Nabi Bandung. Dan apa yang dituliskan hari ini adalah sebagian kecil dari apa yang beliau sampaikan pada kajian tersebut, khususnya tentang menjaga ibadah. Namun afwan saya lupa nama ulama yang ceritanya beliau kutip, dan saya ceritakan dalam artikel ini. – M Faizal Ramadhan

 

Sejatinya, ruh itu akan rindu kepada rumahnya. Sebagaimana jasad yang mengalami hal serupa. Dimanakah rumah jasad? Bumilah tempatnya. Dan dimanakah rumah dari ruh? Surga. Itulah sebaik-baik tempat kembalinya.

Maka ketahuilah, sang jasad akan menggerakkan diri kita untuk senantiasa mencintai dunia, berlama-lama dengan kegemilangan yang ada, hingga nantinya ia menyatu kembali dengan bumi.

Sementara ruh, ianya sangat rindu kepada rumahnya. Karena ia disanalah bisa bersua dengan Allah. Maka ianya ingin sesegera mungkin kembali kepada-Nya. Namun sang jasad tadi mencegahnya. Lalu timbulah ketidakstabilan antara keinginan jasad yang terpenuhi dan ruh yang “galau”.

Untuk mengobatinya, ruh akan senang bila bisa berkomunikasi dengan pencipta-Nya. Lewat apa? Lewat kalamallah, Al Quran. Maka tak heran apabila hati kita benar-benar bersih, ruh kita akan sehat dan kita tidak akan pernah kenyang berinteraksi dengan Al Quran

Poin pertama dari cerita tersebut, ketika semangat kita menipis, boleh jadi hati kita sedang kotor. Mari bersihkan. Istighfar. Muhasabah. Dan segera berbenah.

Lalu bagaimana bila kita belum bisa menikmati tilawah? Tilawatil Quran, dan ibadah lainnya tentu kita sudah mengetahui keutamaannya. Namun tetap, rasanya jemu, bosan, monoton. Apakah perlu libur dulu tilawahnya?

Ketahuilah sahabat, ibadah kita hanya bisa dinikmati dengan iman. Ketika iman sedang melemah, menghindari ibadah justru akan menjatuhkan kualitas keimanan kita.

Rasulullah bersada ” Al imaanu yazidu wa yankus ” artinya iman itu  naik dan turun, berarti Nabi Muhammad pun tidak mengingkari keadaan iman yang  seperti  itu. Oleh karenanya,  beliau mendorong  dan memberi  arahan kepada kaum Muslim untuk selalu memperbaharui dan menjaga kondisi  iman supaya  jangan sampai turun drastis, yang pada akhirnya akan  menghantarkan ke dalam jurang kehinaan. Karena dengan kondisi tersebut, akan mudah mengantarkan seseorang berbuat dosa.

Seorang ulama mengatakan, perbaharui iman bisa dengan pemaknaan-pemaknaan yang dibangun dalam diri kita. Tentunya ilmu yang kita dapat, bukan hanya asal diketahui saja, namun juga ditelaah dan ditadabburi.

Poin kedua : Ketika tilawah, yuk mari sesekali baca artinya. Bahkan kalau ada tafsirnya. Al Quran mengandung berbagai kisah, motivasi, petuah yang luar biasa untuk kita terus dalami.

Image

Itulah dua tips sementara yang bisa kami berikan. Semoga bermanfaat.
Jazakumullah khairan katsiro

 
 

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: