RSS

Q.S Al-Ma’un (Barang-Barang yang Berguna)

03 Mar

Surat ini menurut sebagian riwayat tergolong Makkiyah. Tapi menurut sebagian riwayat lagi tergolong Makkiyah-Madaniyah; 3 ayat pertama Makkiyah, dan sisanya Madaniyah. Pendapat yang kedua lebih diunggulkan. Walaupun secara keseluruhan, isi dari surat ini tentang riya’ dan kemunafikan yang belum dikenal dalam Jama’ah Muslim di Mekkah.

Sesungguhnya agama ini bukanlah agama yang hanya berkaitan dengan berbagai bentuk lahiriah dan ritual. Melainkan, lahiriah ibadah dan syi’ar yang berlandaskan pada keikhlasan dan ketulusan kepada Allah yang memberikan berbagai pengaruh terhadap hati sehingga mendorong untuk melakukan amal shalih. Hal ini tercermin dalam perilaku yang mengakibatkan kehidupan manusia di muka bumi ini menjadi baik dan maju.

Agama ini pun bukan penggalan-penggalan dan serpihan-serpihan yang berserakan, yang bisa ditunaikan dan ditinggalkan manusia sesukanya. Tetapi agama ini adalah sistem yang terpadu (manhaj mutakamil); di mana berbagai peribadatan dan syi’ar-syi’arnya, juga berbagai kewajiban individual dan sosialnya saling bekerjasama dan terkait, sehingga keseluruhannya mencapai suatu tujuan yang sepenuhnya memberikan kemashlahatan kepada manusia.

Seseorang secara lisan mungkin mengaku dia adalah muslim dan membenarkan agama dan berbagai persoalannya. Bisa jadi dia shalat  dan melakukan ibadah lain selain shalat, tapi hakikat keimanan dan pembenarannya masih sangat jauh darinya. Mengapa? Karena hakikat ini memiilki tanda-tanda dan bukti-bukti yang menunjukkan keberadaan dan realisasinya. Jadi, selama dia tak tergerak melakukan amal shalih, maka pada dsarnya hal ini merupakan bukti tidak adanya keimanan tersebut.

*

Surat ini diawali dengan pertanyaan yang mengarahkan setiap orang yang bisa melihat agar menyaksikan: “Tahukah kamu orang yang mendustakan agama?” dan menantikan orang yang mendengar pertanyaan ini untuk melihat ke mana isyarat itu ditujukan. Siapakah orang yang mendustakan agama itu? Siapakah yang ditetapkan Al-Quran sebagai pendusta agama itu?

“Itulah orang yang menghardik anak yatim.”

Sesungguhnya, orang yang mendustakan agama adalah orang yang menghardik anak yatim—yakni orang yang menghina dan menyakiti anak yatim.

“dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.”

Dan orang yang tidak menganjurkan memberi makan orang miskin, juga tidak berpesan untuk memperhatikannya. Seandainya ia benar-benar membenarkan agama, maka peringatan ini akan menghujam ke dalam hatinya sehingga ia tidak akan membiarkan anak yatim dan tidak akan malas untuk menganjurkan memberi makan orang miskin.

Hakikat membenarkan agama bukan sekedar kalimat yang diucapkan isan, tetapi ia juga berproses di dalam hati sehingga mendorong untuk melakukan kebajikan kepada saudara-saudaranya. Allah tidak menghendaki ucapan-ucapan semata, tetapi Allah menghendaki agar ucapan-ucapan itu disertai amal perbuatan yang membuktikannya. Jika ucapan itu tanpa diikuti amal perbuatan, maka ucapan itu tidak ada artinya di hadapan Allah.



“Maka celakalah orang yang shalat. (yaitu) orang yang lalai dalam shalatnya.”

Ayat ini merupakan doa atau ancaman kehancuran bagi orang-orang yang shalat yang lalai dalam shalatnya. Siapakan orang yang lalai dalam shalat itu?

Sesungguhnya mereka adalah:

“Orang yang riya’.”

Mereka adalah orang yang shalat tetapi tidak menegakkan shalat. Orang-orang yang melakukan gerakan shalat dan mengucapkan doa-doanya, tetapi hati mereka tidak hidup bersamanya dan tidak menghyatinya. Ruh mereka tidak menghadirkan hakikat shalat dan hakikat apa yang terkandung di dalam bacaan-bacaan, doa-doa dan tasbih-tasbih yang diucapkannnya. Sesungguhnya mereka shalat karena riya’ kepada manusia tidak ikhlas kepada Allah. Oleh sebab itu, mereka lalai dalam shalat yang mereka tunaikan. Lalai dari kewajiban menegakkannya. Padahal, yang dituntut adalah menegakkan shalat, bukan sekedar menunaikannya. Menegakkan shalat takkan terwujud kecuali dengan menyadari hakikatnya dan melaksanakannya karena Allah semata.

“dan enggan (menolong dengan) barang yang berguna.”

Karena itu, shalat tidak akan bisa menumbuhkan berbagai pengaruhnya di dalam jiwa orang-orang yang shalat tetapi lalai dari fungsi shalat tersebut. Sehingga, mereka enggan menolong dengan sesuatu yang berguna. Mereka enggan memberikan bantuan kepada saudara-saudaranya. Mereka enggan memberikan bantuan kepada hamba-hamba Allah. Sekiranya mereka menegakkan shalat secara benar karena Allah, niscaya mereka tidak akan enggan memberi bantuan. Karena, memberikan bantuan merupakan batu ujian terhadap kebenaran ibadah yang diterima di sisi Allah.

*

Sungguh, betapa Allah menyayangi kita. Mengapa? Karena, Dia tidak menghendaki dari kita untuk diri-Nya Yang Maha Suci dan Maha Kaya, tetapi Dia menghendaki kebaikan dan kemashlahatan untuk kita sendiri. Dia menghendaki kebaikan untuk kita. Dia menghendaki kesucian hati dan kebahagiaan kehidupan kita. Dia menghendaki kehidupan yang tinggi bagi kita—kehidupan yang didasarkan pada perasaan yang bersih, saling bekerja sama, sifat yang mulia, rasa cinta, persaudaraan, dan kejernihan hati dan perilaku.

Ke manakah ummat manusia pergi jauh kebaikan  ini? Dari rahmat ini? Dari puncak ketinggian yang indah lagi mulia? Ke mana pergi untuk memerosokkan dan menjerumuskan diri ke dalam kesestaan jahiliyah yang gelap dan kotor, padahal di hadapan mereka ada cahaya di persimpangan jalan?

*

Bagaimana kabar shalat-shalat kita? Sudahkah ia mengisi hampa jiwa dan membekas di setiap perbuatan kita?

***

posted by lee
source:

Quthb, Sayyid. 2008. Tafsir Fi Zhilalil Quran Jilid 13 (Juz Amma). Jakarta: Robbani Press

http://www.alquran-indonesia.com/index.php?option=com_quran&task=detail&Itemid=70&surano=107

 

 
 

Tags: , , ,

One response to “Q.S Al-Ma’un (Barang-Barang yang Berguna)

  1. Indra Nurpratama

    5 March 2011 at 00:11

    Subhanalloh…nice posting.^^b

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: