RSS

Al-Qur’an & Budaya Baca

23 Jan

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (Qs. Al-Alaq : 1-5)”

Bangsa yang maju adalah bangsa yang memiliki budaya MEMBACA. Pernyataan tersebut mungkin sudah sering sekali kita dengar sebelumnya dan bukan hanya omongan lalu saja tetapi memang terbukti bahwa Negara maju di dunia memang sebagian besar memiliki budaya membaca. Contoh nyata adalah Negara Jepang. Kebanyakan penduduknya itu sangat gemar membaca, bahkan di kereta ataupun transportasi umum lain, kebanyakan penumpang membaca.

Pada dasarnya Allah SWT sudah memerintahkan kepada umat Islam untuk membaca yang telah tertulis gambling dalam surat Al-Alaq. Jika dianalogikan, mungkin inegara Jepang merupakan bukti yang dihadirkan oleh Allah SWT bahwa dengan membaca maka kita akan menjadi lebih maju.

Bacalah, itulah firman Allah kepada Nabi Muhammad Saw. Sebuah perintah bermuatan keilmuan, kenapa dikatakan bermuatan keilmuan, karena pada dasarnya berawal dari aktivitas membaca semua rahasia ilmu akan terbuka, dengan membaca akan membuka pintu gerbang pengetahuan, pengetahuan yang sebelumnya tidak pernah kita ketahui. Membaca menjadi awal dari wahyu ketuhanan, hal ini memberi gambaran dan pemhaman bagi orang yang berfikir, bahwa aktivitas membaca sangat penting di hadapan Tuhan, hal ini dapat kita cermati kenapa Allah menurunkan firmannya tidak dengan kalimat yang lain?, seperti salatlah, atau puasalah, atau bekerjalah, tetapi Allah lebih memilih satu kata, yaitu bacalah. Tentunya aktivitas membaca memberi makna dan manfaat yang dahsyat bagi manusia yang membiasakannya.

Dengan membaca manusia akan banyak mendapatkan banyak ilmu yang telah Allah rancang untuk kebutuhan dan kebahagiaan manusia. Ilmu hanya dapat diperoleh melalui aktivitas membaca, tanpa membaca sebenarnya kita telah memulai pembodohan terhadap diri sendiri, padahal, kita diciptakan Allah secara sempurna, dan yang membedakan kita dengan makhluk lain adalah akal dan pikiran kita, dan pikiran kita akan terbuka dan terpelihara secara kualitas intelektual hanya dengan aktivitas membaca. Tidak heran jika Nabi Muhammad Saw menjamin bahwa orang yang suka membaca tidak akan pikun.”Pembaca Al-Quran tidak akan pikun”.(HR. Ahmad). Yang lebih penting adalah agar umat Islam menjadi umat yang intelek, umat yang berbudaya dan berperadaban ilmiah, menjadi bangsa yang menjujung tinggi budaya keilmuan. Salah satu ciri bangsa yang menjunjung tinggi budaya ilmiah dan keilmuan adalah mempunyai kebiasaan membaca.

Kalau di cermati lebih dalam, perintah membaca di atas bersifat umum, keumuman tersebut dapat diperhatikan dari kata di atas, bacalah, kata bacalah mengindikasikan bahwa perintah membaca bersifat umum karena tidak ada kalimat penjelas berikutnya, umpamanya bacalah Al-Quran, atau bacalah buku ilmiah atau bacalah Koran, tetapi yang Allah katakan hanya kata “bacalah”. Hal ini mengindikasikan bahwa aktivitas membaca tidak hanya sekedar membaca Al-Quran, tetapi membaca apa saja yang dapat dibaca. Meskipun demikian aktivitas membaca Al-Quran hendaknya lebih mendapat prioritas, kenapa membaca Al-Quran lebih mendapatkan prioritas karena dengan membaca Al-Quran manusia akan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akherat,”beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)”.(Qs. Al-Baqarah:185)

Ironisnya, perintah membaca masih sedikit mendapatkan perhatian di kalangan umat Islam, hal ini dapat diperhatikan dari kenyataan sehari-hari di masyarakat muslim, banyak waktu lowong tidak digunakan untuk membaca, budaya kumpul-kumpul dan budaya menonton lebih menonjol dibandingkan dengan budaya membaca, bila dicermati lebih jauh, aktivitas membaca mendapat porsi sedikit dihati umat Islam dapat dilihat di atas angkot, sebagai masyarakat awam, pasti sering melihat aktivitas yang dilakukan oleh para penumpang angkot, bus kota atau angkutan umum lainnya? Sangat jarang dan langka ditemukan penumpang angkot, bus kota, atau bus antar lintas propinsi yang membawa buku untuk dibaca, paling-paling yang terlihat adalah berbicara kesana-kemari yang tidak jelas maknanya, atau terdiam saja, atau ngrumpi dengan teman sebangkunya. Pemandangan berbeda akan kita lihat di belahan dunia lain, jepang misalnya, masyarakat Jepang ketika menunggu bus di halte, atau sedang dalam bus kota tauapun kereta api mereka mengisi waktu luangnya dengan membaca. Berbeda dengan keadaan negeri kita, budaya baca masih belum menjadi kebutuhan. Membaca di tempat umum akan menjadi aneh dan masih dianggap tabu di negeri ini. Tidak heran jika bangsa ini masih menjadi bangsa penonton. Ironis memang. Tetapi itulah faktanya.

Ironis dan menyedihkan, itulah komentar yang pantas di berikan kepada masyarakat Islam yang enggan membaca. Menyedihkan karena umat Islam tidak mengindahkan firman Allah yang pertama diwahyukan kepada Nabi Muhammad Saw, yaitu perintah membaca. Dikatakan ironis karena umat Islam bangga dengan kitab sucinya tetapi tidak paham isinya, orang bijak menyindir orang-orang seperti ini ibarat kera yang bangga memakai mahkota tetapi tidak paham dan tahu apa makna dan kegunaaan mahkota itu. Banyak umat Islam bangga dengan Al-Quran tetapi tidak paham dan mengerti isinya.

Maka dari itu, sangat perlu kita renungi kembali makna wahyu pertama (Qs.Al-Alaq:1-5) agar kita mampu menjadi manusia yang intelek, bangsa yang maju, bangsa yang terkenal dengan budaya dan peradaban yang tinggi ditingkat intelektual. Terkenal sebagai umat yang banyak membaca, terkenal sebagai umat yang menjunjung tingi budaya baca. Sudah saatnya kita memanfaatkan waktu luang untuk membaca, membaca apa saja. Semboyan tiada hari tanpa membaca. Semoga semboyan itu menjadi milik kita, menjadi nyata dalam kehidupan kita. Dengan banyak membaca akan membuka jendela dunia, wawasan menjadi terbentang luas tanpa batas, menembus ke berbagai penjuru dunia, pikiran kita dapat terbang, berkelana dan berpetualang ke berbagai peradaban masa lalu dan masa kini, meskipun kita di rumah, tetapi kita dapat berdialog dengan para tokoh dunia, baik yang telah meninggal maupun yang masih hidup, dan itu dapat kita lakukan dengan membaca buku. Kita dapat berdialog langsung, bertukar pikiran dengan para tokoh dan para intelektual melalui karya-karya tulis mereka. Untuk itu jadikanlah buku teman sejati, teman di kala sepi dan sendiri, teman yang tidak pernah menyakiti, teman yang selalu memberi motivasi, teman yang selalu menunjuki. Allahu Alam. [d]

sumber

 
5 Comments

Posted by on 23 January 2010 in Tadabbur

 

Tags:

5 responses to “Al-Qur’an & Budaya Baca

  1. indra nurpratama

    25 January 2010 at 04:59

    ckckck…
    mantap neyh…
    aktivitas yang sangat bagus dan menguntungkan adalah membaca…^^b

     
  2. sthevanie

    1 February 2010 at 20:38

    punteun, yang buat artikel ini tolong dikasih inisial nama di akhir artikel

     
  3. Putri Chairina

    13 February 2010 at 02:42

    Jadi apa yang dapat kita lakukan untuk membudayakan “membaca”?

     
  4. dhedhi

    7 April 2010 at 10:12

    ya, ya, emang harusnya umat Islam itu suka membaca… membaca apapun. dan jangan lupa menuliskannya tentunya🙂

     
  5. musira

    21 June 2010 at 18:04

    ha ha ha ha ha….
    aktif lagi nich….
    jangan pernah lagi ganggu istri orang. jika ingin poligami silahkan cari yang masih singgle karena perbuatan anda yang mengganggu istri orang akan tertanam dalam hati sang suami..
    dan saya berharap Allah memperlihatkan Keadilannya kelak karena yakinlah ketika waktu itu datang saya akan memanfaatkannya dengan baik….
    tolong balas email saya. atau gimana kalau saya upload saja email saya ke semua blog yang berhubungan dengan anda?

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: